I've never seen fireflies before, not before I moved to this small region. Well I'm not sure anyway, whether there was really no single firefly lived in my old, err, residence---or there actually was, but I just didn't happen to give a fuck.
Honestly, it wasn't until my brother showed me the "Kunang-kunang" song that I knew 'bout them. Forgive me, but have you ever heard of this old-strange-lyric, "Kunanti dirimu sampai aku ketiduran, kumimpi dikejar kunang-kunang. Taringnya keluar, kepalanya membesar. Kutakut dikejar kunang-kunang."
Yep, weird, isn't it? But not in our innocently-childish-mind back then. In fact, we, or rather me, loved to sing those nonsense words a lot. And by saying a lot, I mean, every single time! Though I didn't even know what on earth was that kunang-kunang thingy mentioned by the singer, I kept on singing.
And when I finally met them, one summer night, 7 years ago, part of me knew that, I've fallen right away.
I've fallen right away

Curhat, Iseng, Nonsense, omong kosong
Selamat Malam, Sersan! Antara Siberian Husky dan Cat, Mana yang Malam Ini Akan Kaupilih Sebagai Pelapis Tidurmu? Tidak, Kau Tidak Boleh Memilih Aku.
Jadi, ceritanya, judul kali ini memang sengaja saya buat panjang. Sebab siapa tahu, siapa tahu saja, di suatu waktu, Brendon Urie akan terbangun dengan hangover luar biasa akut yang mengakibatkan ia singgah ke blog saya dan menggunakan secarik kalimat omong kosong ini sebagai nama album barunya---saya bilang, siapa tahu saja, Sersan.
Popular Posts
-
Saya suka musik Jepang, bermula dari kesenangan saya menyaksikan anime sedari kecil. Yah, waktu itu ayah saya jauh di Malaysia, Ibu mesti...
-
Mulanya, saya tergelitik untuk menulis artikel countdown ini sebab, semakin hari, saya mendengar semakin banyak anomali yang mengat...
-
Mungkin karena pada kenyataannya, saya akui, saya ini tipikal yang tak pandai berbicara, terlebih kepada orang yang tak begitu dekat. ...
-
Selamat datang, Desember. Belakangan, Jogja terus-terusan diguyur hujan, terkadang pagi, terkadang siang, terkadang malam. Tidak masal...
-
(Ini kare Jepang buatan saya, dan jangan harap rasanya aman di lidah anda.) Ketika saya bilang bahwa saya tumbuh dengan masakan...
-
Belakangan, lagi kumat (ndak tahu untuk yang keberapa kalinya) dengerin lagu lama yang sempat saya sukai semasa rentang SMP dan SMA, ...
-
Aku heran, mengapa mereka tak pernah mengungkapkan di literatur-literatur yang beredar bahwa aku, Gadis Bertudung Merah, sebenarnya bukan ...
-
"Mengapa tepian matamu berair?" "Ah, tidak, hanya merindu." "Semacam rindu yang membuat begitu ingin b...
-
(My unfinished drawing, terlalu malas untuk mewarnai.) **** Saya menamai gambar di atas "Rachet". Ya, rachet, alia...
-
Dari awal, Gadis Bertudung Merah memang merupakan gadis yang nakal.
Leave a Comment